Gasing Panggal (Papanggalan)
Salah satu permainan tradisional yang pernah saya mainkan pada masa kanak-kanak adalah permainan Gasing Panggal atau dikampung saya biasa disebut Panggal. Anak-anak yang sedang bermain Gasing Panggal biasa disebut sedang "Papanggalan".Saya tidak tahu persis siapa yang menciptakan permainan ini pertama kali, karena setahu saya ini sudah ada sejak turun temurun.Tapi sekarang sepertinya permainan ini sudah mulai jarang dimainkan bahkan mungkin tidak pernah lagi dimainkan terutama dikampung saya.
Sebenarnya permainan gasing ini tersebar di berbagai wilayah khususnya di Indonesia. Untuk nama dan bagaimana cara memainkannya silahkan cari sendiri kayaknya banyak yang share juga. Saya cuma ingin menceritakan Panggal atau Papanggalan yang pernah saya mainkan sesuai pengalaman saya sendiri.
Yang belum tau panggal atau gasing panggal, Kayak gini nih gambarnya :
Panggal atau gasing panggal ini biasa dibuat dari kayu keras dan dibuat sebagus mungkin. Kalo kita lihat gambar diatas untuk bagian kepalanya itu bisa dibuat sebulat mungkin dan presisi agar saat diputar bisa anteng kalo istilah saya dulu " lelet" artinya putarannya kencang dan " teu tereh dole" tidak cepat dole atau cepat berhenti. Dan untuk bagian kakinya bisa diuat pariasi ( lidah urang sunda susah he he ) yaitu bisa dibuat lebih panjang lagi asal jangan kepanjangan juga nanti cepet dole juga. dan yang tepenting posisi kakinya itu harus center dengan kepala panggal tersebut efeknya sama biar lelet dan tidak cepat dole. Biasanya saya dulu bikin pake kayu kopi, kayu jambu biji dan yang paling bagus menurut saya adalah menggunakan kayu petey selong (petai cina) atau lamtoro usahakan pakai galehnya karena itu bagian kayu yang sangat keras.
Gimana cara muterinnya ? Nah tali yang digunakan untuk memutarkan panggal ini juga banyak macemnya. Diantaranya bisa dibuat menggunakan kain bekas kalo kata orang sunda biasa disebut lamak yang pintal menjadi tambang. Tali pemutar panggal ini dinamakan "uet" kalo dikampung saya. Kalo ditempat lain saya gak tahu namanya. Bisa juga dibuat dari kulit kayu bagian dalam khususnya kayu tisuk kalo saya pernah buat dulu. Atau saya biasa menyebutnya lulub. Cara pembuatannya sama dipintal jadi sebuah tambang uet yang ujungnya kecil seperti cemeti. Cara muterinya gampang yaitu lilitkan uet dikaki panggal itu sampai penuh dan putarkan. Sebenarnya susah kalo di jelaskan sama kata-kata tar kapan-kapan saya bikinan vidoenya deh he he kayak kurang kerjaan. etz jangan salah ini demi melestarikan permainan tradisional tidak ada salahnya.
Permainan ini bisa dimainkan sendiri atau dimainkan bersama-sama. Kalo saya dulu lebih asyik dimainkan sama-sama. Kita caari tanah lapang yang permukaannya halus dan cocok untuk landasan papanggalan.
Jenis permainan yang biasa saya mainkan :
- Ngadu lelet
- Babantahan
Seperti yang sudah saya sebutkan diatas " babantahan" ini termasuk jenis permainan dalam papanggalan. Yaitu memutarkan gasing dengan cara membantah panggal teman yang sedang berputar sehingga akan terjadi adu lelet. Sama seperti bermain gasing yang dimainkan anak-anak sekarang yaitu Beyblade, persis kayak main beyblade yaitu bentrok-bentrokan panggal. Sebelum bermain babantahan biasanya ngdu lelet dulu untuk menentukan siapa rajanya atau siapa patihnya dan seterusnya. Yang saya ingat urutannya itu kalo tidak salah Raja, Patih, Mentri, Kutik. Tapi kalo tidak salah antara tingkatan mentri dan kutik itu ada lagi tapi saya lupa. Bagi yang ingat silahkan lengkapi dikolom komentar ya :). Nah unuk tingkatan yang paling bawah itu adalah kutik. Dimana dia bertugas untuk memutarkan panggalnya paling awal untuk dibantah sama mentri. Sebelum dibantah lagi sama patih harus ditunggu dulu siapa yang mati duluan antara mentri dengan kutik. Nah panggal yang masih hidup atau berputar itulah yang dibantah sama patih. Nanti kalo antara kutik yang dibantah mentri ternyata yang menang adalah kutik maka kutik ini akan naik pangkat menjadi mentri menggantikan posisi mentri sebelunya dengan alasan apapun. Patokannya siapa yang panggalnya masih muter paling lama dialah yang berhak naik pangkat. Begitupuan dengan patih nanti akan dibantah oleh raja dan yang menjadi posisi paling atas tentu saja raja dan dia tidak ada yang bisa membantah kecuali dia turun tahta yaitu ketika dia membantah patih dan dia mati lebih dulu.
Begitu seterusnya. Dan satu lagi yang saya ingat yaitu lagu saat proses ngadu lelet papanggalan begini lagunya :
"Tuk tuk brung tuk tuk brak buntut lutung panjang rubak barudak salawe widak patumpak-tumpak bujur munding" he he
Nah pada saat kata "Patumpak-tumpak bujur munding itu semua peserta papanggalan memutarkan panggalnya secara serentak dan pada akhirnya ini akan menentukan siapa yang menjadi raja,patih, mentri ataupun kutik.
Banyak sekali kenagan tentang permainan papanggalan ini, sampai waktu itu saya ingat permainan papanggalan sering dilakukan dilapangan SD saya. Dan sangat mengasyikan tentunya.
Begitulah sekilas tentang Dolanan Tempo Doeloe yaitu permaianan panggal atau papanggalan yang pernah saya alami waktu kecil saya. Jika ada yang kurang tepat dan ingin menambahkan tentang permainan panggal ini silahkan komentar saja di kolom komentar. Selamat bernostalgia :)
Baca Juga artikel : Moro Bajing Alias Berburu Tupai
