Moro Bajing atau berburu tupai merupakan salah satu kenangan mengasikan pada masa kecil saya dulu dikampung. Disaat tertentu adakalanya kegiatan ini dilakukan hampir tiap hari. Bahkan tidak hanya anak-anak saja yang suka melakukan kegiatan moro bajing ini tapi orang tua pun ikut andil didalamnya. Biasa setelah kita pulang sekolah atau hari libur saya dan teman langsung bergegas kehutan belantara dikampung saya. Dengan berbekal senapan angin, ketapel atau bandring lebih khususnya palinteng begitu biasa dipanggil. Dengan membawa golok dan tidak ketinggalan bawa sebungkus garam dan korek api. Untuk apa semua itu? tenang nanti saya jelaskan.
Dan jangan salah dikampung saya memiliki sniper ulung untuk urusan tembak menembak. Sebut saja Kang Acum begitu biasa dipanggil, dia tetangga saya dan masih sodara. Dalam urusan menembak pokoknya gak usah diragukan lagi, pokonya sekali dor udah deh tu bajing gak bakal selamat walaau adakalanya meleset-meleset dikit tapi itu jarang banget. Sebenernya ada banyak bakat sniper-sniper ulung ditempat saya sebut saja Kang Gondes Alias Gondrong desa. Nah kalo yang satu ini termasuk senior dalam urusan moro dan nge-dor bajing. Bahkan cuma dengan satu tangan dia tembak itu bajing jarang banget melenceng.
Terus gimana dengan saya, sejujurnya saya sendiri cuma penggembira dan tukang ngaririweh dengan yang lain. Kalo dalam bahasa moro ditempat saya yaitu tukang gebrig tukang gedor. Kenapa disebut tukang gedor? Jadi begini pada saat moro ketemu bajing, seringkali bajing itu ngumpet terutama dipohon kelapa nah tugas saya dan beberapa teman yang lain adalah menggebrig sibajing agar keluar dari persembunyiannya. Salah satu caranya yaitu dengan menggedor pohon kelapa dengan batu cukup besar agar sibajing keluar dari persembunyiannya dan siap untuk ditembak. Dalam hal ini adakalanya si Bajing tidak mau keluar dari persembunyian dan tak jarang sibajing ngumpet dipucuk pohon kelapa atau dalam istilah permoroan dikampung saya dikenal dengan istilah "mucuk". Nah biasaya disini Sniper beraksi, keadaan ini biasanya mengharuskan untuk menembak langsung dari jarak dekat dan mau tidak mau harus memanjat atau biasa disebut mancal.
Dan disini juga sebenarnya letak keseruannya. Yang pertama biasanya ketika bajing sudah dalam posisi tersudut atau mucuk, kemungkinan untuk kena itu sibajing sangat besar atau jarang gagal. Selain itu bajing yang dalam keadaan mucuk tersebut biasanya akan nekat terjun bebas dari pohon kelapa itu. Nah disinilah kerjasama tim diuji. Dimana kita harus sigap untuk menyergap bajing darimana saja dia keluar. Biasamya kita menggunakan tongkat yang lumayan besar sebagai persiapan untuk memukul bajing tersebut. Ketika bajing keluar dan loncat dari persembunyiannya seketika itu juga tim yang dibawah langsung menyerbu sibajing untuk di hajar habis-habisan, terus terang itu sangat seru dan bisa dipastikan itu dilakukan sambil gogorowokan.
Ketika hasil buruan dirasa cukup biasanya kita langsung nyari tempat strategis buat bakar hasil buruan. Nah ini dia fungsi korek biasa kita bawa yaitu untuk membuat perapian dan memanggang tupai alias bajing :) Apa disini ada yang belum pernah makan bajing? Sebenernya kalo ngomong soal moro biasanya kita gak cuma bajing aja yang diburu tapi sejenis burung juga kita biasanya diburu terutama burung tekukur karena ditempat saya burung jenis itu cukup banyak. Terus lagi kita berburu yang namanya biawak, musang atau careuh kalo ditempat saya biasa dibilang. Dan masih banyak lagi hewan yang biasa diburu ditempat saya. Pertanyaannya apakah semua hewan itu halal. Untuk beberapa jenis hewan seperti bajing, tekukur dan biawak saya sendiri belum liat dalil yang mengharamkan ketiga jenis hewan tersebut. Dan kalo gak salah untuk biawak sendiri itu halal hukumnya. Tapi untuk lebih jelasnya mening dicari lagi deh kalo mau lebih yakin halal dan haramnya.
Nah ini juga salah satu yang mengasikan dalam kegiatan moro. Yaitu kita boleh ambil kelapa muda ataupun tua setiap kita mendapatkan hasil buruan terutama bajing. Dimana satu ekor bajing kalo gak salah dihargai 2 butir kelapa. Dimana kelapa itu harus diambil dari kebun dimana bajing itu berhasil dilumpuhkan weh kaya nyergap maling aja...tapi yang bikin lucu itu sering sekali dapat bajing dimana ngambil kelapa dimana he he yah itulah kenakalan remaja...sotara-sotara. Bahkan pernah karena saking melimpahnya hasil buruan dalam hal ini adalah bajing sempat bikin khas dari hasil penjualan kelapa bajing eh maksud saya dari hasil moro bajing.
Yang jelas semua itu merupakan salah satu keseruan yang tidak pernah tergantikan sebagai anak kampung he he. Karena mungkin generasi sekarang jarang atau mungkin sama sekali gak pernah merasakan sensasi keseruan apa yang disebut moro bajing. Karena itu gak pernah lagi dilakukan.
Melalui coretan ini saya mau say helo ja nih buat rekan seperjuangan dulu...yang sekarang sudah sukses. Ada AA Rico yang sekarang menjadi ceperist sejati, Kang Acum yang sekarang jadi karyawan sukes di salah satu pabrik otomotif ternama dijakarta,ada mang Ceceng yang sama jadi karyawan sukses ditangerang, ada abah Aras yang juga sukses dibandung, dan urang lembur yang belum sempet saya saya sebutkan satu persatu pokonya hum kesemua warga Sidamulaya dimana saja berada. Salam hangat kepada keluarga tercinta yang sekarang sudah pada batian alias buntutan heuheuy..pokonya tetap semangat dan tetap #savesidamulyatempatlahirbeta
Jika ada kesempatan boleh juga kita moro bajing lagi...
Pokonya it's about dolanan tempoe doeloe yang tidak akan terlupakan.
Baca juga Artikel : Panggal
No comments:
Post a Comment