Wednesday, May 6, 2015

Ngojay, kenagan yang tak terlupakan

Ngojay atau Teuteuleuman 

ngojay
Bagi sebagian orang yang baru saja mendengar kata Ngojay akan bertanya apasih ngojay. Bagi yang ngerti bahasa Sunda pasti tau apa itu ngojay. Kalo dalam bahasa Indonesia ngojay itu diartikan dengan berenang. Bedanya kalo dikota biasanya kalo berenang atau renang di kolam renang tapi kalo dikampung biasanya disungai. Walopun renang dikolam renang bagi saya juga biasa disebut ngojay karena pada dasarnya ya sama, berenang. Okelah pokonya gitu aja.

Nah dulu waktu kecil anak-anak dikampung saya biasanya seneng banget ngojay disungai. Kita bisa 2-3 hari sekali ngojay dikali bahkan bisa sampai tiap hari. Banyak sekali permainan yang bisa kita lakukan waktu ngojay. Kita bisa main bola air pakai bola plastik, lomba nyelam,kucing-kucingan, terjun dari tebing sungai, atraksi salto dan banyak lagi.

Ngojay disungai bagi saya dulu nyaman banget karena air sungainya yang masih jernih dan kondisi alam yang masih asri. Dan tentu saja ngojay disungai itu gratis. Tidak seperti berenang dikolam renang yang berbayar. Cuma mungkin berbeda dari segi keamanan. Bisa jadi ada banjir bandang dadakan atau kalo saya biasa disebut ca'ah. Tapi notabene sebagai anak kampung dulu ya kita enjoy aja cuek aja karena waktu itu juga masih anak kecil ya gak takut. Bahkan karena masih anak-anak kita berenang gak pake apa-apa alias tela**njang bu*lat.

Ada tempat renang yang populer di sungai kampung saya yaitu "Leuwi Joho". Oiya dalam istilah di tempat saya leuwi itu adalah tempat genangan air yang cukup luas disungai yang memungkinkan dipake untuk berenang. Tapi secara umum kubangan air yang cukup luas disungai biasanya disebut leuwi. Biasanya pertemuan 2 sungai atau lebih(muara) bisa membentuk leuwi atau bendungan pun kadang-kadang disebut leuwi.

Seperti leuwi joho, ia pun merupakan sebuah bendungan ditempat saya yang sengaja dibangun warga untuk kepentingan pengairan, entah itu kolam atau sawah warga. bendungannya cukup luas dan lebar sehingga sangat leluasa untuk berenang. Tapi dihari-hari tertentu apalagi musim hujan airnya cenderung keruh. Karena itu pada musim hujan kita jarang ngojay disungai. Dari segi keamanan pun ngojay pada musim hujan sangat berbahaya. Dikhawatirkan ada banjir besar dari hulu yang datang secara tiba-tiba dan menghanyutkan kita.

Selain leuwi joho ada juga beberapa leuwi yang biasa dipake untuk berenang diantarannya adalah Leuwi malati, Leuwi kaso, Curug ki Sastro dan masih banyak lagi tapi saya lupa.

Namun seiring berjalannya waktu sepertinya anak-anak sekarang tidak pernah lagi tuh yang namanya ngojay. Yang pasti memang dipengaruhi beberapa faktor selain teknologi yang semakin canggih sehingga minat permainan anak-anak pun mau tidak mau mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Disamping itu memang sepertinya sungai tempat biasa saya ngojay dulu sudah tidak nyaman lagi, airnya yang cenderung keruh juga menimbulkan ke engganan untuk ngojay.

Tapi yang pasti itu adalah salah satu kegiatan yang sangat mengasyikan buat saya. Maklumlah anak dusun kita lebih cenderung dekat dengan alam disetiap kegiatan sehari-hari kita. It's So fun...
Mungkin beberapa dari anda juga mempunyai pengalaman yang sama dengan saya?

Baca juga : Moro Bajing Alias Berburu Tupai

Saturday, May 2, 2015

Moro Bajing Alias Berburu Tupai

Moro Bajing atau berburu tupai merupakan salah satu kenangan mengasikan pada masa kecil saya dulu dikampung. Disaat tertentu adakalanya kegiatan ini dilakukan hampir tiap hari. Bahkan tidak hanya anak-anak saja yang suka melakukan kegiatan moro bajing ini tapi orang tua pun ikut andil didalamnya. Biasa setelah kita pulang sekolah atau hari libur saya dan teman langsung bergegas kehutan belantara dikampung saya. Dengan berbekal senapan angin, ketapel atau bandring lebih khususnya palinteng begitu biasa dipanggil. Dengan membawa golok dan tidak ketinggalan bawa sebungkus garam dan korek api. Untuk apa semua itu? tenang nanti saya jelaskan.

Moro Bajing

Dan jangan salah dikampung saya memiliki sniper ulung untuk urusan tembak menembak. Sebut saja Kang Acum begitu biasa dipanggil, dia tetangga saya dan masih sodara. Dalam urusan menembak pokoknya gak usah diragukan lagi, pokonya sekali dor udah deh tu bajing gak bakal selamat walaau adakalanya meleset-meleset dikit tapi itu jarang banget. Sebenernya ada banyak bakat sniper-sniper ulung ditempat saya sebut saja Kang Gondes Alias Gondrong desa. Nah kalo yang satu ini termasuk senior dalam urusan moro dan nge-dor bajing. Bahkan cuma dengan satu tangan dia tembak itu bajing jarang banget melenceng.

Terus gimana dengan saya, sejujurnya saya sendiri cuma penggembira dan tukang ngaririweh dengan yang lain. Kalo dalam bahasa moro ditempat saya yaitu tukang gebrig tukang gedor. Kenapa disebut tukang gedor? Jadi begini pada saat moro ketemu bajing, seringkali bajing itu ngumpet terutama dipohon kelapa nah tugas saya dan beberapa teman yang lain adalah menggebrig sibajing agar keluar dari persembunyiannya. Salah satu caranya yaitu dengan menggedor pohon kelapa dengan batu cukup besar agar sibajing keluar dari persembunyiannya dan siap untuk ditembak. Dalam hal ini adakalanya si Bajing tidak mau keluar dari persembunyian dan tak jarang sibajing ngumpet dipucuk pohon kelapa atau dalam istilah permoroan dikampung saya dikenal dengan istilah "mucuk". Nah biasaya disini Sniper beraksi, keadaan ini biasanya mengharuskan untuk menembak langsung dari jarak dekat dan mau tidak mau harus memanjat atau biasa disebut mancal.

Dan disini juga sebenarnya letak keseruannya. Yang pertama biasanya ketika bajing sudah dalam posisi tersudut atau mucuk, kemungkinan untuk kena itu sibajing sangat besar atau jarang gagal. Selain itu bajing yang dalam keadaan mucuk tersebut biasanya akan nekat terjun bebas dari pohon kelapa itu. Nah disinilah kerjasama tim diuji. Dimana kita harus sigap untuk menyergap bajing darimana saja dia keluar. Biasamya kita menggunakan tongkat yang lumayan besar sebagai persiapan untuk memukul bajing tersebut. Ketika bajing keluar dan loncat dari persembunyiannya seketika itu juga tim yang dibawah langsung menyerbu sibajing untuk di hajar habis-habisan, terus terang itu sangat seru dan bisa dipastikan itu dilakukan sambil gogorowokan.

Ketika hasil buruan dirasa cukup biasanya kita langsung nyari tempat strategis buat bakar hasil buruan. Nah ini dia fungsi korek biasa kita bawa yaitu untuk membuat perapian dan memanggang tupai alias bajing :) Apa disini ada yang belum pernah makan bajing? Sebenernya kalo ngomong soal moro biasanya kita gak cuma bajing aja yang diburu tapi sejenis burung juga kita biasanya diburu terutama burung tekukur karena ditempat saya burung jenis itu cukup banyak. Terus lagi kita berburu yang namanya biawak, musang atau careuh kalo ditempat saya biasa dibilang. Dan masih banyak lagi hewan yang biasa diburu ditempat saya. Pertanyaannya apakah semua hewan itu halal. Untuk beberapa jenis hewan seperti bajing, tekukur dan biawak saya sendiri belum liat dalil yang mengharamkan ketiga jenis hewan tersebut. Dan kalo gak salah untuk biawak sendiri itu halal hukumnya. Tapi untuk lebih jelasnya mening dicari lagi deh kalo mau lebih yakin halal dan haramnya.

Nah ini juga salah satu yang mengasikan dalam kegiatan moro. Yaitu kita boleh ambil kelapa muda ataupun tua setiap kita mendapatkan hasil buruan terutama bajing. Dimana satu ekor bajing kalo gak salah dihargai 2 butir kelapa. Dimana kelapa itu harus diambil dari kebun dimana bajing itu berhasil dilumpuhkan weh kaya nyergap maling aja...tapi yang bikin lucu itu sering sekali dapat bajing dimana ngambil kelapa dimana he he yah itulah kenakalan remaja...sotara-sotara. Bahkan pernah karena saking melimpahnya hasil buruan dalam hal ini adalah bajing sempat bikin khas dari hasil penjualan kelapa bajing eh maksud saya dari hasil moro bajing.

Yang jelas semua itu merupakan salah satu keseruan yang tidak pernah tergantikan sebagai anak kampung he he. Karena mungkin generasi sekarang jarang atau mungkin sama sekali gak pernah merasakan sensasi keseruan apa yang disebut moro bajing. Karena itu gak pernah lagi dilakukan.

Melalui coretan ini saya mau say helo ja nih buat rekan seperjuangan dulu...yang sekarang sudah sukses. Ada AA Rico yang sekarang menjadi ceperist sejati, Kang Acum yang sekarang jadi karyawan sukes di salah satu pabrik otomotif ternama dijakarta,ada mang Ceceng yang sama jadi karyawan sukses ditangerang, ada abah Aras yang juga sukses dibandung, dan urang lembur yang belum sempet saya saya sebutkan satu persatu pokonya hum kesemua warga Sidamulaya dimana saja berada. Salam hangat kepada keluarga tercinta yang sekarang sudah pada batian alias buntutan heuheuy..pokonya tetap semangat dan tetap #savesidamulyatempatlahirbeta

Jika ada kesempatan boleh juga kita moro bajing lagi...
Pokonya it's about dolanan tempoe doeloe yang tidak akan terlupakan.

Baca juga Artikel : Panggal


Wednesday, April 29, 2015

Panggal

Gasing Panggal (Papanggalan)

Salah satu permainan tradisional yang pernah saya mainkan pada masa kanak-kanak adalah permainan Gasing Panggal atau dikampung saya biasa disebut Panggal. Anak-anak yang sedang bermain Gasing Panggal biasa disebut sedang "Papanggalan".

Saya tidak tahu persis siapa yang menciptakan permainan ini pertama kali, karena setahu saya ini sudah ada sejak turun temurun.Tapi sekarang sepertinya permainan ini sudah mulai jarang dimainkan bahkan mungkin tidak pernah lagi dimainkan terutama dikampung saya.

Sebenarnya permainan gasing ini tersebar di berbagai wilayah khususnya di Indonesia. Untuk nama dan bagaimana cara memainkannya silahkan cari sendiri kayaknya banyak yang share juga. Saya cuma ingin menceritakan Panggal atau Papanggalan yang pernah saya mainkan sesuai pengalaman saya sendiri.

Yang belum tau panggal atau gasing panggal, Kayak gini nih gambarnya :

permainan tradisional sunda Panggal

Panggal atau gasing panggal ini biasa dibuat dari kayu keras dan dibuat sebagus mungkin. Kalo kita lihat gambar diatas untuk bagian kepalanya itu bisa dibuat sebulat mungkin dan presisi agar saat diputar bisa anteng kalo istilah saya dulu " lelet" artinya putarannya kencang dan " teu tereh dole" tidak cepat dole atau cepat berhenti. Dan untuk bagian kakinya bisa diuat pariasi ( lidah urang sunda susah he he ) yaitu bisa dibuat lebih panjang lagi asal jangan kepanjangan juga nanti cepet dole juga. dan yang tepenting posisi kakinya itu harus center dengan kepala panggal tersebut efeknya sama biar lelet dan tidak cepat dole. Biasanya saya dulu bikin pake kayu kopi, kayu jambu biji dan yang paling bagus menurut saya adalah menggunakan kayu petey selong (petai cina) atau lamtoro usahakan pakai galehnya karena itu bagian kayu yang sangat keras.

Gimana cara muterinnya ? Nah tali yang digunakan untuk memutarkan panggal ini juga banyak macemnya. Diantaranya bisa dibuat menggunakan kain bekas kalo kata orang sunda biasa disebut lamak yang pintal menjadi tambang. Tali pemutar panggal ini dinamakan "uet" kalo dikampung saya. Kalo ditempat lain saya gak tahu namanya. Bisa juga dibuat dari kulit kayu bagian dalam khususnya kayu tisuk kalo saya pernah buat dulu. Atau saya  biasa menyebutnya lulub. Cara pembuatannya sama dipintal jadi sebuah tambang uet yang ujungnya kecil seperti cemeti. Cara muterinya gampang yaitu lilitkan uet dikaki panggal itu sampai penuh dan putarkan. Sebenarnya susah kalo di jelaskan sama kata-kata tar kapan-kapan saya bikinan vidoenya deh he he kayak kurang kerjaan. etz jangan salah ini demi melestarikan permainan tradisional tidak ada salahnya.

Permainan ini bisa dimainkan sendiri atau dimainkan bersama-sama. Kalo saya dulu lebih asyik dimainkan sama-sama. Kita caari tanah lapang yang permukaannya halus dan cocok untuk landasan papanggalan. 

Jenis permainan yang biasa saya mainkan :


  • Ngadu lelet
Artinya adalah menguji siapa panggal yang paling lama berputar. Yang pertama atau panggal yang duluan berhenti itu yang kalah. Ngadu lelet ini biasa juga sebagai permulaan untuk permainan lainya yaitu "Babantahan "


  • Babantahan

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas " babantahan" ini termasuk jenis permainan dalam papanggalan. Yaitu memutarkan gasing dengan cara membantah panggal teman yang sedang berputar sehingga akan terjadi adu lelet. Sama seperti bermain gasing yang dimainkan anak-anak sekarang yaitu Beyblade, persis kayak main beyblade yaitu bentrok-bentrokan panggal. Sebelum bermain babantahan biasanya ngdu lelet dulu untuk menentukan siapa rajanya atau siapa patihnya dan seterusnya. Yang saya ingat urutannya itu kalo tidak salah Raja, Patih, Mentri, Kutik. Tapi kalo tidak salah antara tingkatan mentri dan kutik itu ada lagi tapi saya lupa. Bagi yang ingat silahkan lengkapi dikolom komentar ya :). Nah unuk tingkatan yang paling bawah itu adalah kutik. Dimana dia bertugas untuk memutarkan panggalnya paling awal untuk dibantah sama mentri. Sebelum dibantah lagi sama patih harus ditunggu dulu siapa yang mati duluan antara mentri dengan kutik. Nah panggal yang masih hidup atau berputar itulah yang dibantah sama patih. Nanti kalo antara kutik yang dibantah mentri ternyata yang menang adalah kutik maka kutik ini akan naik pangkat menjadi mentri menggantikan posisi mentri sebelunya dengan alasan apapun. Patokannya siapa yang panggalnya masih muter paling lama dialah yang berhak naik pangkat. Begitupuan dengan patih nanti akan dibantah oleh raja dan yang menjadi posisi paling atas tentu saja raja dan dia tidak ada yang bisa membantah kecuali dia turun tahta yaitu ketika dia membantah patih dan dia mati lebih dulu.
Begitu seterusnya. Dan satu lagi yang saya ingat yaitu lagu saat proses ngadu lelet papanggalan begini lagunya :

"Tuk tuk brung tuk tuk brak buntut lutung panjang rubak barudak salawe widak patumpak-tumpak bujur munding" he he

Nah pada saat kata "Patumpak-tumpak bujur munding itu semua peserta papanggalan memutarkan panggalnya secara serentak dan pada akhirnya ini akan menentukan siapa yang menjadi raja,patih, mentri ataupun kutik.

Banyak sekali kenagan tentang permainan papanggalan ini, sampai waktu itu saya ingat permainan papanggalan sering dilakukan dilapangan SD saya. Dan sangat mengasyikan tentunya.

Begitulah sekilas tentang Dolanan Tempo Doeloe yaitu permaianan panggal atau papanggalan yang pernah saya alami waktu kecil saya. Jika ada yang kurang tepat dan ingin menambahkan tentang permainan panggal ini silahkan komentar saja di kolom komentar. Selamat bernostalgia :)

Baca Juga artikel : Moro Bajing Alias Berburu Tupai


Kilas Balik

Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu. Perubahan begitu banyak tapi bayangan masa kanak-kanak masih terngiang jelas dalam ingatan saya. Rasanya baru kemarin saya lulus SD, rasanya baru kemarin saya lulus SMP, rasanya baru kemarin saya lulus STM. Rasanya baru kemarin semua itu padahal kenangan itu sudah cukup lama terjadi.

Kalo saya ingat-ingat lagi masa kanak-kanak saya dulu waktu dikampung terkadang saya ingin kembali kemasa itu, masa penuh suka cita, kecerian tanpa ada sandiwara, semua berjalan natural. Banyak sekali permainan tradisional atau permainan kampung yang saya mainkan bersama teman-teman saya.

Dan sekarang semua sudah berubah teman-teman seangkatan sudah beranjak dewasa dan berkeluarga termasuk saya. Saya tidak tau lagi nasib Dolanan Tempoe Doeleoe yang biasa saya mainkan dulu masih dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang atau tidak. Mungkin sebagian permainan masih bisa dimainkan tapi sebagian lagi yang lain tidak mungkin bisa dimainkan karena memang semua banyak berubah termasuk kondisi alam, perubahan teknologi dan lain-lain.

Sungguh pengalaman yang mengasikan...